Bandung, Garbiers.com – Kota Bandung merupakan kota dengan indeks kebahagian tertinggi di Jawa Barat, yang diklaim oleh mantan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Seperti diketahui bersama pembangunan berbagai proyek dan taman dilakukan untuk terus mempercantik kota yang berjuluk “Parisj Van Java” tersebut.

Kepemimpinan tersebut, dilanjutkan oleh Oded M. Danial dan Yana Mulyana setelah memenangkan Pilwalkot Bandung beberapa waktu yang lalu. Saat ini, salah satu program yang tengah digiatkan adalah gerakan dalam meminimalisir sampah, yakni Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan).

Praktisi Teknologi, Sansan Hasanudin menilai pemerintahan Kota Bandung saat ini, masih berkutat pada persoalan sampah. Sementara yang menjadi problem saat ini, yakni bagaimana memajukan perekonomian masyarakat, khususnya memberdayakan generasi muda.

“Seharusnya sekarang bagaimana memanfaatkan teknologi dalam berbagai bidang, tentunya dibutuhkan peran pemerintah. Tapi yang terjadi saat ini masih yang menjadi gagasan utama tentang pengelolaan sampah di Kota Bandung,” ungkap Sansan Hasanudin pada Diskusi Refleksi Akhir Tahun & Prospek Politik 2019 Garbi di Freddo Coffeshop, Jln. Merak, Kota Bandung, Sabtu (29/12/2018) malam.

Menurutnya persoalan yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat adalah perekonomian. Untuk itu dapat diupayakan dengan memanfaatkan teknologi yang ada saat ini.

Dikatakannya dengan munculnya berbagai aplikasi yang mampu mendorong perekonomian masyarakat, dapat menjadi inspirasi dalam memecahkan persoalan tersebut. Beragam aplikasi tersebut seperti Gojek, Grab dan lain sebagainya.

“Maka ke depan Kota Bandung akan mempunyai kekuatan ekonomi digital, yang ikut mendorong kesejahteraan masyarakat. Dan tidak hanya mengurus soal sampah saja,” katanya.

Sansan menjelaskan salah satunya, yakni dengan memajukan kembali koperasi namun dengan berbasis teknologi.

“Dengan konsep ekonomi berbasis cashless society seperti Gopay atau program non tunai lainnya dapat membantu, dalam memajukan koperasi. Karena banyak pengguna layanan tersebut mengisi saldo dulu sebelum digunakan, bayangkan berapa milyar yang terkumpul, jika jutaan orang menggunakannya,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Garbi Jabar, Muhammad Elvandi mengatakan anak muda perlu mengambil peran dalam mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah. Sehingga tidak hanya sekedar berkomentar di media sosial saja.

“Fungsi generasi muda adalah untuk memberikan kritik akan beragam program atau kebijakan pemerintah. Tapi harus dengan wadah yang lebih baik, seperti forum atau diskusi dibanding hanya lewat komentar media sosial,” tambahnya. (Tribun)